Pemindahan benih gurami dari kolam pendederan ke kolam pembesaran adalah titik kritis yang menentukan tingkat kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan ikan. Salah langkah pada tahap ini, seperti perbedaan suhu mendadak atau penanganan kasar, bisa menyebabkan kematian massal dalam 24 jam pertama. Karena itu, proses ini harus dilakukan bertahap, terukur, dan memperhatikan kondisi fisik benih maupun lingkungan kolam tujuan.

Kriteria Benih yang Siap Dipindahkan

Benih gurami umumnya dipindahkan saat berumur 45-60 hari setelah menetas, dengan panjang tubuh 5-8 cm dan bobot 3-5 gram per ekor. Pada ukuran ini, organ dalam sudah terbentuk sempurna dan ikan cukup kuat menghadapi stres transportasi. Ciri benih siap pindah antara lain gerakan aktif, warna tubuh cerah, sirip utuh tanpa luka, serta tidak ada tanda bercak putih atau lendir berlebih. Lakukan sampling 10-20 ekor untuk memastikan keseragaman ukuran, karena benih yang terlalu kecil berisiko dimangsa atau kalah bersaing pakan.

Persiapan Kolam Pembesaran

Kolam pembesaran sebaiknya dikeringkan dan dijemur 3-5 hari sebelum digunakan. Setelah itu, isi air setinggi 60-80 cm dan lakukan pengapuran dengan dosis 50-100 gram dolomit per meter persegi untuk menstabilkan pH pada kisaran 6,5-7,5. Lakukan pemupukan air 3-4 hari sebelum tebar menggunakan kotoran ayam fermentasi sebanyak 250-500 gram per meter persegi agar plankton tumbuh sebagai pakan alami. Pastikan kadar amonia di bawah 0,1 mg/L dan suhu air kolam berkisar 28-30°C, mendekati suhu kolam pendederan.

Teknik Aklimatisasi dan Penebaran

Aklimatisasi adalah kunci utama. Rendam wadah benih di permukaan kolam selama 15-20 menit agar suhu menyamakan diri, lalu tambahkan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah selama 10 menit. Cara ini mencegah syok osmotik dan termal.

  • Padat tebar ideal: 5-10 ekor per meter persegi untuk pembesaran intensif, atau 3-5 ekor per meter persegi untuk semi-intensif.
  • Waktu tebar terbaik: pagi (06.00-09.00) atau sore (16.00-18.00) saat suhu stabil.
  • Sebelum ditebar, celupkan benih dalam larutan garam 0,5% selama 5 menit untuk membunuh patogen di permukaan tubuh.
  • Tebar benih di beberapa titik kolam, jangan menumpuk di satu lokasi.

Perawatan 7 Hari Pertama

Minggu pertama pasca-pindah menentukan adaptasi benih. Berikan pakan pelet halus dengan kandungan protein 28-32% sebanyak 3-5% bobot biomassa per hari, dibagi 3 kali pemberian. Hindari memberi pakan berlebihan karena sisa pakan menurunkan kualitas air. Periksa kualitas air setiap dua hari: pH 6,5-7,5, suhu 28-30°C, dan oksigen terlarut minimal 4 mg/L. Jika ditemukan benih mengambang atau berenang lemah, segera kurangi kepadatan atau lakukan pergantian air 20-30%.

Memindahkan benih gurami bukan sekadar menuang ikan dari satu kolam ke kolam lain, melainkan rangkaian aklimatisasi, persiapan media, dan pemantauan ketat pada hari-hari awal. Dengan mengikuti ukuran benih yang tepat, padat tebar sesuai, serta menjaga stabilitas suhu dan kualitas air, tingkat kelangsungan hidup dapat mencapai 90% atau lebih. Konsistensi pada detail kecil inilah yang membedakan panen gurami yang menguntungkan dari sekadar rutinitas yang berisiko.