Pendederan adalah tahap paling menentukan dalam budidaya gurami. Di fase ini, benih berukuran 1-2 cm harus melewati masa kritis hingga siap ditebar ke kolam pembesaran pada ukuran 8-12 cm. Tanpa manajemen air, pakan, dan kepadatan yang tepat, tingkat kematian bisa menembus 50 persen hanya dalam dua minggu pertama.
Persiapan Kolam Pendederan
Gunakan kolam tanah atau terpal berukuran 2x3 meter dengan kedalaman 60-80 cm. Keringkan dasar kolam selama 3-5 hari, lalu taburkan kapur dolomit sebanyak 100 gram per meter persegi untuk menaikkan pH ke kisaran 6,5-7,5. Setelah itu, isi air setinggi 30 cm dan fermentasi dengan probiotik (1 ml per liter air) selama 3 hari sebelum benih ditebar. Pasang pelindung berupa daun kelapa atau jaring peneduh di 30 persen permukaan kolam agar suhu air stabil antara 26-30 derajat Celsius.
Penebaran dan Pemberian Pakan
Tebar benih gurami ukuran 1-2 cm dengan kepadatan 50-75 ekor per meter persegi. Aklimatisasi wajib dilakukan: apungkan kantong benih di permukaan kolam selama 15 menit sebelum dilepas. Pakan utama pada fase ini adalah kutu air (Daphnia) atau artemia yang diberikan 4-5 kali sehari sebanyak 3-5 persen dari total bobot benih. Setelah 10 hari, campur pakan alami dengan pelet halus berprotein 38-42 persen. Berikut jadwal pakan yang bisa diikuti:
- Hari 1-7: kutu air segar, 4 kali sehari (pukul 07.00, 10.00, 13.00, 16.00).
- Hari 8-14: pelet remah + kutu air, 3 kali sehari.
- Hari 15-30: pelet halus ukuran 0,5 mm, 3 kali sehari (3 persen bobot tubuh).
Manajemen Air dan Sortir
Ganti air 20-30 persen setiap 3 hari, dan pastikan tidak ada sisa pakan yang mengendap di dasar kolam. Sifon dasar kolam setiap pagi untuk membuang kotoran. Sortir benih setiap 10 hari untuk memisahkan ukuran yang tidak seragam, karena gurami muda sangat kanibal jika terjadi perbedaan ukuran yang mencolok. Gunakan serok halus dan pindahkan benih ke kolam terpisah dengan kepadatan lebih rendah (30 ekor per meter persegi) setelah sortir.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Penyakit paling umum pada pendederan adalah bercak putih akibat infeksi jamur dan bakteri Aeromonas. Cegah dengan menjaga suhu air stabil dan menambahkan garam ikan 1-2 gram per liter saat penebaran awal. Jika muncul gejala bercak, rendam benih dalam larutan kalium permanganat 2 mg per liter selama 15 menit, lalu kembalikan ke kolam yang airnya sudah diganti 50 persen. Hama yang perlu diwaspadai adalah larva capung dan kecebong; pasang jaring halus di atas kolam untuk mencegahnya masuk.
Pendederan gurami yang sukses bertumpu pada tiga hal: kepadatan yang tidak berlebihan, pakan alami yang cukup di awal, dan kebersihan air yang konsisten. Dengan mengikuti langkah di atas, benih ukuran 1-2 cm bisa mencapai 8-12 cm dalam 30-40 hari dengan tingkat kelulusan hidup di atas 80 persen, siap dipindahkan ke kolam pembesaran.