Kualitas air adalah faktor penentu utama keberhasilan budidaya gurami, baik pada tahap pendederan maupun pembesaran. Air yang buruk memicu stres, nafsu makan turun, pertumbuhan lambat, hingga munculnya penyakit seperti jamur dan bakteri. Karena itu, pemantauan dan pengelolaan kualitas air tidak boleh dilakukan sambil lalu.
Parameter Kunci yang Wajib Dipantau
Gurami relatif toleran, tetapi tetap butuh kondisi air yang stabil. Berikut rentang ideal yang perlu dijaga:
- Suhu: 28–32°C. Fluktuasi lebih dari 3°C per hari membuat ikan stres.
- pH: 6,5–8,0. pH di bawah 6 memicu lendir berlebih dan gangguan pernapasan.
- DO (oksigen terlarut): minimal 4 mg/L, ideal 5–7 mg/L.
- Amonia (NH3): di bawah 0,1 mg/L. Di atas 0,5 mg/L berbahaya.
- Kecerahan: 30–40 cm dari permukaan, tanda plankton seimbang.
Langkah Praktis Menjaga Kualitas Air
1. Pengelolaan Air dan Pergantian Rutin
Lakukan pergantian air 10–20% setiap 7–10 hari, atau 30% bila air keruh dan amonia meningkat. Sumber air sebaiknya diendapkan dulu di tandon selama 24 jam agar suhu dan pH menyesuaikan. Hindari mengganti air sekaligus dalam jumlah besar karena memicu shock suhu.
2. Kontrol Pakan untuk Menekan Amonia
Sisa pakan adalah penyumbang amonia terbesar. Beri pakan 3–5% dari bobot biomassa per hari, dibagi 2–3 kali pemberian. Hentikan pemberian pakan bila hujan deras atau suhu turun drastis, karena nafsu makan menurun dan pakan akan membusuk di dasar kolam.
3. Aerasi dan Sirkulasi
Pasang aerator atau kincir air, terutama pada kolam intensif dengan padat tebar tinggi. Aerasi menjaga DO tetap di atas 5 mg/L dan membantu mengurai gas beracun. Nyalakan aerator minimal 8 jam per hari, lebih lama saat cuaca mendung.
4. Pemanfaatan Probiotik dan Kapur
Aplikasikan probiotik (misalnya Bacillus sp.) dengan dosis 1–2 mL/m³ air setiap 7 hari untuk menekan patogen dan mengurai bahan organik. Bila pH turun di bawah 6,5, taburkan kapur dolomit 10–20 g/m² pada pagi hari. Jangan menebar kapur bersamaan dengan probiotik karena dapat membunuh mikroba menguntungkan.
Tanda Air Bermasalah dan Tindakan Cepat
- Ikan sering ke permukaan (gasping): DO rendah. Tambah aerasi dan ganti air 20%.
- Air berbau busuk: amonia/H2S tinggi. Buang 30% air, tambah probiotik.
- Air berlendir dan berwarna pekat: ledakan plankton. Kurangi pakan dan ganti air bertahap.
- pH turun mendadak: tambahkan kapur dolomit sesuai dosis.
Manajemen kualitas air bukan pekerjaan sekali jadi, melainkan rutinitas harian dan mingguan yang konsisten. Dengan menjaga suhu, pH, oksigen, dan amonia dalam rentang ideal melalui pergantian air, kontrol pakan, aerasi, serta probiotik, gurami akan tumbuh sehat, nafsu makan stabil, dan risiko penyakit menurun signifikan. Air yang sehat adalah investasi paling murah untuk panen yang menguntungkan.