Pembesaran ikan gurami dari ukuran benih 5-8 cm hingga siap konsumsi 500 gram/ekor membutuhkan waktu 6-8 bulan dengan manajemen kolam yang tepat. Baik kolam tanah maupun terpal, kunci utamanya ada pada kualitas air, padat tebar, dan pakan. Artikel ini mengulas langkah praktis pembesaran gurami di kedua jenis kolam tersebut.
Persiapan Kolam Tanah dan Terpal
Kolam tanah perlu dikeringkan 3-5 hari, lalu diberi kapur dolomit 100-200 gram/m² untuk menaikkan pH ke 6,5-7,5. Setelah itu, isi air setinggi 60-80 cm dan pupuk dengan kotoran ayam fermentasi 500 gram/m² untuk menumbuhkan plankton. Diamkan 5-7 hari hingga air berwarna hijau kecokelatan.
Untuk kolam terpal, gunakan terpal HDPE tebal 0,5 mm dengan rangka bambu atau besi. Alasi dasar dengan pasir setebal 5 cm agar terpal tidak bocor. Isi air 70 cm, lalu endapkan selama 2 hari sebelum benih ditebar. Berbeda dari kolam tanah, kolam terpal tidak menghasilkan pakan alami, sehingga pemberian pakan buatan harus lebih intensif.
Padat Tebar dan Penebaran Benih
Padat tebar optimal untuk pembesaran gurami adalah 5-10 ekor/m² di kolam tanah dan 15-20 ekor/m² di kolam terpal dengan sistem aerasi. Pilih benih ukuran seragam 5-8 cm, sehat, dan tidak cacat. Sebelum ditebar, aklimatisasi benih selama 15-20 menit dengan cara mengapungkan kantong plastik di permukaan kolam.
- Kolam tanah: 5-10 ekor/m², tanpa aerasi tambahan.
- Kolam terpal: 15-20 ekor/m², wajib aerasi atau kincir air.
- Waktu tebar terbaik: pagi (06.00-08.00) atau sore (16.00-17.00).
Pakan dan Manajemen Air
Pakan Harian
Gurami membutuhkan pakan protein 28-32%. Berikan pelet apung 3-5% dari bobot biomassa per hari, dibagi 2-3 kali pemberian. Tambahkan daun talas, kangkung, atau azolla 10% dari total pakan untuk efisiensi biaya. Konversi pakan (FCR) ideal adalah 1,5-2,0.
Kualitas Air
Ganti air 20-30% setiap 7-10 hari. Jaga suhu 27-30°C, pH 6,5-7,5, dan oksigen terlarut minimal 4 mg/L. Di kolam terpal, lakukan penyiponan kotoran setiap 3 hari untuk mencegah amonia meningkat di atas 0,5 mg/L.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Penyakit umum gurami meliputi bercak putih (jamur Saprolegnia) dan bakteri Aeromonas. Pencegahan dilakukan dengan menjaga kepadatan dan kualitas air. Jika muncul infeksi, rendam ikan dalam larutan garam 10 gram/L selama 15 menit atau larutan PK 0,5 ppm selama 30 menit.
Pembesaran gurami di kolam tanah maupun terpal pada dasarnya menuntut konsistensi dalam pemberian pakan dan pengelolaan air. Kolam tanah lebih ekonomis karena menyediakan pakan alami, sementara kolam terpal unggul dalam kontrol kualitas air dan padat tebar. Pilih jenis kolam sesuai lahan dan modal, lalu ikuti standar padat tebar, FCR, dan sanitasi di atas agar panen 500 gram/ekor tercapai dalam 6-8 bulan.