Serangan hama dan predator bisa menghapus keuntungan budidaya gurami dalam hitungan hari. Banyak pembudidaya fokus pada pakan dan kualitas air, namun lalai memasang proteksi sehingga benih maupun gurami ukuran konsumsi raib dari kolam. Padahal, kerugian terbesar justru datang dari predator yang sulit terdeteksi seperti ular, lingsang, hingga belut liar.
Jenis Hama dan Predator yang Paling Merugikan
Predator gurami terbagi menjadi dua kelompok besar: pemangsa dari luar kolam dan pengganggu dari dalam air. Dari luar, ancaman utama adalah ular air, lingsang, burung blekok, hingga kucing dan biawak yang memangsa gurami di kolam dangkal. Dari dalam air, belut, gabus liar, lele liar, serta udang besar dapat memangsa benih gurami berukuran 2-5 cm.
Selain predator, hama juga mencakup organisme pengganggu seperti kecebong dalam jumlah besar yang berebut pakan, serta siput air yang menjadi inang cacing parasit. Ikan liar kecil seperti cere dan nila liar juga kompetitor pakan yang mengurangi efektivitas pemberian pellet.
Langkah Pencegahan Sebelum Tebar Benih
Pencegahan jauh lebih murah daripada penanggulangan. Sebelum menebar benih, lakukan persiapan kolam secara menyeluruh:
- Keringkan dasar kolam 3-7 hari hingga retak halus untuk membunuh telur predator dan parasit.
- Taburkan kapur pertanian (CaO atau CaCO3) dengan dosis 100-200 gram per meter persegi, lalu ratakan.
- Pasang saringan inlet dan outlet berukuran 1-2 mm agar ikan liar tidak masuk melalui saluran air.
- Buat pagar keliling dari bambu, jaring, atau seng setinggi minimal 50 cm untuk mencegah ular dan biawak.
- Pasang jaring atau waring di atas kolam (ketinggian 1-1,5 m) bila area rawan burung pemangsa.
Untuk kolam pendederan, tambahkan naungan dari paranet 60-70 persen agar predator dari udara tidak mudah melihat benih.
Pengendalian Rutin Saat Pemeliharaan
Pemeriksaan Harian
Lakukan pengecekan pagi dan sore. Hitung kematian harian: jika ditemukan bangkai gurami dengan luka gigitan atau hilang tanpa sisa, segera curigai predator. Periksa pematang, lubang tikus, dan celah jaring setiap dua hari sekali.
Pengendalian di Dalam Air
- Lakukan sortir dan penjarangan setiap 3-4 minggu agar kepadatan tidak memicu stres dan kanibalisme.
- Gunakan jaring halus untuk menangkap ikan liar tanpa menguras kolam, terutama pada pagi hari saat aktivitas ikan rendah.
- Hindari pemberian pakan berlebih; sisa pakan mengundang kecebong dan siput.
- Jika ditemukan belut atau gabus, gunakan perangkap (bubu) dengan umpan ikan kecil, pasang pada sore hari dan angkat pagi.
Pengendalian Hama Mamalia dan Reptil
Pasang perangkap kawat atau jebakan di jalur masuk predator. Untuk ular, taburkan kapur barus atau belerang di sekeliling pematang, meski efektivitasnya terbatas. Cara paling andal tetap pagar fisik yang rapat dan pembersihan rumput liar di pematang agar predator tidak memiliki tempat bersembunyi.
Penanganan Serangan Akut
Jika terjadi serangan mendadak, lakukan langkah cepat: isolasi kolam yang terserang, perbaiki semua celah pagar dan jaring, lalu lakukan sampling untuk memastikan jumlah populasi tersisa. Pada kolam yang terindikasi mengandung belut atau gabus dalam jumlah banyak, kuras total dan lakukan pengapuran ulang sebelum benih ditebar kembali.
Pengendalian hama dan predator di kolam gurami pada dasarnya adalah disiplin rutin, bukan tindakan sekali jadi. Dengan persiapan kolam yang benar, pagar fisik yang rapat, dan pemeriksaan harian yang konsisten, tingkat kehilangan dapat ditekan di bawah 5 persen per siklus. Investasi kecil pada proteksi akan jauh lebih menguntungkan daripada menanggung kerugian akibat panen yang bocor diam-diam.