Gurami yang sudah dipelihara berbulan-bulan tapi ukurannya seperti tidak bergerak sering membuat pembudidaya frustrasi. Padahal, pertumbuhan lambat hampir selalu punya penyebab teknis yang bisa dilacak: kualitas air, pakan, padat tebar, hingga kesehatan ikan. Berikut penyebab umum dan langkah konkret mengatasinya.

1. Kualitas Air yang Tidak Sesuai

Gurami toleran terhadap air keruh, tetapi bukan berarti kualitas air boleh diabaikan. Parameter ideal yang perlu dijaga: suhu 28–30°C, pH 6,5–8,0, dan oksigen terlarut minimal 3 mg/L. Jika pH turun di bawah 6, nafsu makan ikan langsung menurun dan pertumbuhan terhenti.

  • Ganti air 20–30% setiap 7–10 hari, jangan sekaligus seluruhnya.
  • Beri kapur dolomit 10–20 g/m² jika pH di bawah 6,5, lalu ukur ulang setelah 2 hari.
  • Sifon dasar kolam dari sisa pakan dan kotoran minimal 2 kali seminggu.
  • Pastikan aerasi menyala, terutama malam hari saat oksigen turun.

2. Pakan Kurang Gizi dan Salah Pola Pemberian

Kesalahan paling umum adalah memberi pakan murah dengan kadar protein rendah. Gurami fase pembesaran butuh protein 28–32%, sedangkan benih butuh 35–40%. Pakan dedak atau ampas saja tidak akan pernah menghasilkan pertumbuhan maksimal.

Pola pemberian yang benar:

  • Frekuensi 2–3 kali sehari, porsi 3–5% dari bobot total ikan per hari.
  • Kombinasikan pelet dan pakan alami seperti daun talas, kangkung, atau azolla untuk menekan biaya.
  • Tambahkan probiotik (1 ml per 1 liter air) yang dicampur ke pakan setiap 3 hari sekali untuk memperbaiki pencernaan.
  • Hentikan pemberian pakan jika air mulai berbau busuk, tanda pakan menumpuk.

3. Padat Tebar Terlalu Tinggi

Gurami bersifat teritorial. Ketika ruang sempit, ikan stres, saling mengejar, dan energi habis untuk bertarung, bukan tumbuh. Padat tebar ideal pembesaran adalah 5–10 ekor/m² untuk kolam tanah, atau 20–30 ekor/m² untuk kolam terpal dengan aerasi kuat.

  • Sortir ikan setiap 3–4 minggu untuk memisahkan ukuran yang timpang.
  • Pindahkan ikan kecil ke kolam pendederan agar tidak kalah bersaing pakan.

4. Serangan Penyakit dan Parasit

Ciri ikan terserang penyakit: sisik berdiri, sirip rusak, mata keruh, atau berenang di permukaan seperti mengambil udara. Penyakit umum adalah bercak putih (jamur), gill rot, dan infeksi bakteri Aeromonas.

  • Karantina ikan sakit, jangan biarkan menular ke kolam utama.
  • Rendam air garam 3–5 g/L selama 10–15 menit untuk kasus ringan.
  • Untuk infeksi bakteri, gunakan oksitetrasiklin sesuai dosis kemasan, biasanya 10–20 mg/L air.

Lambatnya pertumbuhan gurami bukan takdir, melainkan akibat manajemen yang perlu dibenahi. Periksa kualitas air, perbaiki kualitas dan pola pakan, turunkan padat tebar, dan tangani penyakit sejak dini. Dengan konsistensi pada empat hal ini, gurami yang tadinya stagnan bisa kembali tumbuh 100–150 gram per bulan hingga siap panen.