Larva gurami umur 1-30 hari adalah fase paling rawan dalam siklus budidaya. Kematian massal sering terjadi bukan karena penyakit ganas, melainkan karena kelalaian teknis: suhu tidak stabil, pakan salah ukuran, dan air yang membusuk. Memahami kebutuhan spesifik tiap pekan pada rentang usia ini menentukan apakah Anda panen 60% atau hanya 10% dari total telur menetas.

Hari 1-7: Fase Kuning Telur dan Air Hijau

Pada hari pertama hingga ketiga, larva belum perlu diberi makan karena masih menyerap cadangan kuning telur. Yang paling krusial adalah menjaga suhu air di 28-30°C dengan fluktuasi maksimal 1°C. Gunakan aerator bergelembung halus, bukan gelembung besar yang bisa memutar larva hingga stres.

Mulai hari keempat, berikan kutu air (Daphnia) atau artemia yang disaring dengan kain kasa 200 mesh. Dosisnya 3-5 ekor per larva per pemberian, dua kali sehari pukul 07.00 dan 16.00. Jangan berlebihan—sisa pakan yang mengendap akan memicu amonia yang mematikan.

  • Ketinggian air awal: 15-20 cm, naikkan 3 cm setiap dua hari.
  • Pakan alami: kutu air, artemia, atau kuning telur rebus yang dihaluskan (dosis 1 gram per 1.000 larva).
  • Penyiponan: lakukan hati-hati dengan selang kecil setiap pagi untuk membuang sisa pakan dan kotoran.

Hari 8-20: Perebutan Oksigen dan Kanibalisme

Memasuki pekan kedua, larva mulai aktif berenang dan ukuran tubuh tidak lagi seragam. Di sinilah kanibalisme muncul: larva yang lebih besar akan menggigit sirip dan mata larva yang lebih kecil. Solusinya adalah grading atau penyortiran berdasarkan ukuran setiap 3-4 hari, dipindahkan ke kolam atau akuarium terpisah.

Kepadatan tebar harus diturunkan. Jika awal menetas Anda menebar 1.000 ekor per meter persegi, pada hari ke-10 kurangi menjadi 500 ekor per meter persegi, dan hari ke-20 menjadi 250 ekor per meter persegi. Aerasi ditingkatkan karena kebutuhan oksigen larva berukuran 1-2 cm meningkat tajam.

  • Pakan tambahan: cacing sutra (Tubifex) yang dicincang halus, diberikan 3 kali sehari.
  • Suhu tetap dijaga 28-30°C, pH air 6,5-7,5.
  • Ganti air 20-30% setiap dua hari, hindari ganti total agar larva tidak syok.

Hari 21-30: Penguatan Sebelum Pendederan

Pada rentang ini, larva sudah berubah menjadi benih berukuran 2-3 cm dengan warna tubuh lebih gelap. Tujuannya adalah memperkuat fisik sebelum dipindahkan ke kolam pendederan yang lebih besar. Berikan pakan pelet halus (serbuk) dengan kandungan protein 38-40% sebagai transisi dari pakan alami.

Latih benih dengan arus air ringan selama 10-15 menit sehari untuk melatih otot dan mempercepat pertumbuhan. Cek kualitas air setiap hari: amonia maksimal 0,1 mg/L, nitrit maksimal 0,2 mg/L. Jika nilai ini terlampaui, segera lakukan penggantian air 50% dan tambahkan probiotik komersial dengan dosis 5 ml per 100 liter air.

  • Grading terakhir sebelum pendederan, pisahkan benih berdasarkan ukuran.
  • Puasakan benih 12 jam sebelum dipindahkan ke kolam baru.
  • Aklimatisasi suhu selama 20-30 menit sebelum dilepas.

Kunci perawatan larva gurami umur 1-30 hari bukan pada peralatan mahal, melainkan pada disiplin harian: kontrol suhu, pakan tepat ukuran, dan penyortiran rutin. Jika tiga hal ini dijalankan konsisten, angka kematian bisa ditekan di bawah 20% dan Anda memasuki fase pendederan dengan benih yang sehat serta seragam.