Musim kemarau bukan sekadar soal air yang menyusut, tetapi juga perubahan drastis pada suhu, oksigen terlarut, dan kualitas air kolam. Bagi pembudidaya gurami, periode ini sering menjadi titik kritis yang menentukan apakah ikan tumbuh optimal atau justru stres hingga memicu kematian massal. Dengan pengelolaan yang tepat, kemarau justru bisa dimanfaatkan untuk mempercepat pembesaran dan menekan angka kematian.

Kelola Ketinggian dan Sirkulasi Air

Pada musim kemarau, penguapan bisa mencapai 3–5 cm per hari. Jaga ketinggian air minimal 80–100 cm untuk kolam pembesaran dan 60–80 cm untuk pendederan. Jika air turun di bawah batas tersebut, suhu air cepat naik dan fluktuasi harian membahayakan ikan. Tambahkan air dari sumber bersih pada pagi hari (sebelum jam 09.00) atau malam hari, hindari siang hari karena perbedaan suhu ekstrem bisa membuat ikan syok.

Pasang aerator atau kincir air untuk meningkatkan oksigen terlarut. Pada kolam tanpa aerator, lakukan sirkulasi manual dengan mengganti 10–20% air setiap 3–4 hari sekali. Pastikan air pengganti tidak mengandung kaporit; endapkan dulu minimal 24 jam dalam tandon.

Atur Pakan dan Jadwal Pemberian

Nafsu makan gurami menurun saat suhu air melebihi 32°C. Berikan pakan pelet terapung dengan kadar protein 28–32% sebanyak 2–3% dari bobot biomassa per hari, dibagi dua sesi: pagi (07.00–08.00) dan sore (16.00–17.00). Hindari pemberian pakan siang hari ketika suhu puncak.

  • Tambahkan daun pepaya atau daun talas yang dicacah 1–2 kali seminggu untuk membantu pencernaan dan menekan stres.
  • Campurkan vitamin C dosis 200–300 mg per kg pakan atau probiotik 5 ml per kg pakan untuk menjaga imunitas.
  • Kurangi pakan menjadi 1,5% saat suhu air di atas 34°C untuk mencegah sisa pakan membusuk.

Jaga Kualitas Air dan Dasar Kolam

Air yang menguap meninggalkan lumpur dan bahan organik pekat di dasar kolam. Lakukan penyiponan (sedot kotoran) setiap 7–10 hari, lalu tambahkan kapur dolomit 100–200 gram per meter persegi untuk menstabilkan pH pada kisaran 6,5–8,0. Jika pH turun di bawah 6, tambahkan kapur pertanian 150 gram per meter kubik air.

Cek warna air: hijau cerah menandakan plankton sehat, hijau pekat atau kecokelatan berarti blooming berlebih yang berisiko menurunkan oksigen malam hari. Jika blooming terjadi, ganti 30% air dan kurangi pakan.

Lindungi Kolam dari Panas Ekstrem

Manfaatkan tanaman air seperti eceng gondok atau kangkung sebagai pelindung 20–30% permukaan kolam. Pasang paranet di atas kolam dengan ketinggian 1,5–2 meter untuk memotong sinar matahari langsung hingga 50%. Untuk kolam pendederan, tambahkan daun kelapa atau plastik gelap di sisi kolam agar larva dan benih tidak kepanasan.

Kunci merawat kolam gurami di musim kemarau adalah menjaga stabilitas suhu, oksigen, dan kualitas air, bukan hanya menambah volume air. Dengan aerasi rutin, pakan terkontrol, penyiponan berkala, dan pelindung panas yang memadai, gurami tetap sehat dan tumbuh meski cuaca kering. Disiplin dalam pemantauan harian akan menyelamatkan panen Anda dari risiko terburuk kemarau.