Menentukan jenis kelamin gurami (Osphronemus goramy) sebelum memijah sering menjadi kendala bagi pembudidaya pemula. Kesalahan memilih indukan berujung pada pemijahan gagal, telur tidak terbuahi, atau kanibalisme di kolam pemijahan. Padahal, perbedaan jantan dan betina dapat dikenali secara akurat melalui pengamatan bentuk tubuh, sirip, lubang genital, dan perilaku harian.

1. Ciri Morfologi Gurami Jantan

Gurami jantan umumnya lebih besar dan panjang dibanding betina pada umur yang sama. Pada usia 8–10 bulan dengan bobot 1,5–2 kg, perbedaan mulai terlihat jelas bila diamati dari dekat.

  • Kepala lebih besar dan moncong (dahi) menonjol serta agak cembung.
  • Dahi membentuk "jenggot" atau tonjolan tebal di atas mulut, terutama saat matang gonad.
  • Sirip punggung dan sirip ekor lebih panjang serta runcing; sirip perut meruncing.
  • Lubang genital berbentuk bulat kecil memanjang, agak menonjol, dan berjarak lebih jauh dari sirip anal.
  • Perut relatif lebih ramping dan padat bila dipegang.

2. Ciri Morfologi Gurami Betina

Betina menunjukkan bentuk tubuh lebih bulat, terutama di bagian perut, karena rongga tubuh menyimpan ovarium berisi telur. Ciri ini makin kentara pada induk yang siap memijah.

  • Kepala lebih kecil dan moncong datar, tanpa tonjolan dahi.
  • Sirip punggung, ekor, dan perut lebih pendek serta tumpul.
  • Lubang genital berbentuk oval lebar, cenderung rata, dan berjarak lebih dekat ke sirip anal.
  • Perut besar, lembek, dan bila diurut halus ke arah anus (hati-hati, jangan dipaksa) dapat mengeluarkan telur berwarna kekuningan pada induk matang gonad.
  • Gerakan lebih lambat dan tenang dibanding jantan.

3. Cara Praktis Pengecekan di Kolam

Lakukan pengecekan pagi hari saat suhu air 26–28°C dan ikan aktif. Lakukan langkah berikut:

  • Tangkap ikan dengan seser lembut, pegang dengan kain basah, dan balikkan perutnya menghadap pengamat.
  • Amati lubang genital: bulat-menonjol (jantan) atau oval-rata (betina). Jika ragu, ulangi pengamatan 2–3 kali pada ikan yang sama.
  • Raba perut secara perlahan. Induk betina siap pijah terasa padat berisi, bukan kosong atau keras.
  • Pisahkan calon indukan ke kolam karantina berukuran 2×2 m dengan kedalaman 80–100 cm, kepadatan maksimal 1 ekor per 2 m².
  • Beri pakan pelet apung protein 28–32% sebanyak 2–3% bobot tubuh per hari, ditambah daun talas atau kangkung segar.
  • Rasio pemijahan yang umum dipakai 1 jantan : 2–3 betina untuk menekan agresi jantan.

4. Kapan Pengecekan Paling Akurat?

Ciri kelamin paling mudah dibaca saat induk berumur 10–12 bulan atau berbobot di atas 1,5 kg. Seleksi indukan dilakukan minimal 2 minggu sebelum pemijahan, dan ulangi verifikasi 3 hari sebelum menebar ke kolam pemijahan. Jangan memilih indukan yang luka, sirip rusak, atau mata keruh karena berisiko menularkan penyakit.

Membedakan gurami jantan dan betina membutuhkan kombinasi pengamatan morfologi dan pengecekan lubang genital secara rutin. Dengan seleksi indukan yang tepat sejak awal, tingkat keberhasilan pemijahan dan kualitas benih yang dihasilkan akan jauh lebih stabil.